joomla templates

Register

*
*
*
*
*

* Field is required

Login Close
---

---
Home / Blog / Bisnis / Belajar Mengalahkan Lupa?
A+ R A-

Belajar Mengalahkan Lupa?

Print PDF
Lupa? Bukan hal yang unik. Semua orang punya tendensi itu. Bagaimana meminimumkan hal tersebut, sehingga idea idea bernas tidak menguap hilang begitu saja?  Sebagai besar penyebab lupa adalah penundaan.   Penundaan bukanlah sifat yang unik,hampir semua orang memilikinya pada kadar tertentu. Jadi itu bukanlah sebuah ‘cacat bawaan’ yang bersifat khas dan indvidual,jika Anda memiliki kebiasaan tersebut. Don’t worry.

Pertanyaan kita sekarang adalah bagaimanaa kita bisa mengatasinya.  Salah satunya adalah mengambil tindakan sekarang,membiasakan diri Act Now. Misalnya,ketika Anda punya idea baru,apakah sedang jalan jalan,sedang mimpi,sedang berkendaraan,apapun itu. Cara yang paling baik untuk membuat idea itu tidak hilang dibelantara impuls pikiran adalah : Act now. Berhenti sebentar dan mencatat point point idea tersebut,dan kemudian bisa Anda kembangkan secara bebas.     Kalau perlu, letakan kertas dan bulpen dekat tempat Anda tidur. Banyak idea muncul saat tidur

Tanpa act now,untuk mencatat point- point penting tersebut, sangat mungkin idea itu tidak akan terlacak lagi,sampai Anda melihat  ternyata orang lain yang sudah mengaplikasikannya  dan menghitung omzet dan profit dari idea yang sama. Singkat cerita,salah satu aplikasi mentalitas berani,yang telah kita pelajari  adalah keberanian untuk bertindak segera, ketika sebuah idea muncul.

Tahap paling awal adalah mencatat idea tersebut,tanpa menundanya sedikitpun.    Jadi saat membaca artikel ini, jika ada banyak sekali idea idea yang terlintas seraya Anda membaca,berhenti dan catat segera idea- idea anda.  

Ketika kita sedang berjalan,olah raga,dalam kendaraan,ketika sedang mendengarkan briefing dan lain sebagainya, klau ada suatu idea yang muncul, ia harus segera dicatat.  Kalau ditunda hingga besok,atau nanti setelah “Anda sempat”,sangat besar kemungkinannya idea tersebut sudah hilang dari ingat memori. Dan kita tidak sanggup memanggilnya lagi. Nah kalau sudah dicatat,ia akan menjadi permanen. Dengan terus membicarakannya idea tersebut akan makin lama makin berkembang dan akhir dilahirkan dalam bentuk tindakan atau program kerja.   

Orang sering bertanya,ditengah kesibukan saya dalam dunia usaha,kapan saya menulis? Dan dari mana idea untuk terus menulis? Well, saya sering meminggirkan mobil di tempat parkir,lalu mencatat idea tersebut selama ia mengalir,mungkin 5 menit,mungkin 10 menit sambil rehat coffee sejenak. Lalu saya merangkumnya setelah pekerjaan bisnis saya selesai. 

Ingin Share Artikel ini ?

Related Posts:
Pernah dengar gumaman ini:  “Hmm,.... kalau ia melejit jadi kesohor ya, memang nasibnya pas lagi
Salah satu karakteristik leadership yang amat kuat adalah autonomous. Artinya : ia harus sanggup men
Tidak ada usaha yang kecil jika dimulai dengan semangat yang besar. Apakah itu hanya sekedar menjual

Comments

Saya termasuk yang sering tidak segera mencatat jika ada letikan ide yang melintas di kepala saya sehingga seringkali terus menguap begitu saja. Lupa! Problem lain, kadang-kadang juga banyak ide tapi tak satupun mampu menggerakkan minat saya buat menulis. Ini juga problem.

Terus terang saya sangat salut dengan Pak Hendrik. Aktivitas hariannya sudah sangat padat sebagai seorang pebisnis, trainer dan pembicara, juga seorang penulis namun masih sempat menulis di blog juga. Tentu tak mudah mengatur itu semua. Dan ternyata bapak mampu melakukannya. Nah, bagi saya yang masih banyak waktu luang tentu tak ada alasan lagi nggak punya waktu dan tidak sempat.buat nulis lagi.

0 Joko Sutarto 2011-09-24 20:54 #1

Quote

Add comment


















Latest articles

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

YouCMSAndBlog Module Generator Wizard Plugin

Copyright 2011-2013 Hendrik Lim MBA, All Rights Reserved