Gimana sih kamu tuh doel, sudah emak sekolahin tinggi tinggi sampai luar negeri, tapi ko nggak pintar cari duit, nggak kaya –kaya seperti Bento yang tidak sekolah setinggi loe Doel? Begitu gerutu orang saat melihat anak nya pintar belum mencetak uang hingga bisa disebut sebagai orang kaya. Hm.. apa yang ‘ tidak beres’ sama kecerdesan otak Pak Doel, sehingga ia tidak mendapat bayaran atau omet yang besar? Apakah Si Doel menginvestasikan sesuatu yang tidak efektif dalam otak inteligence nya?

Sebagian besar kebiasaan orang –habit- ternyata bukan sahabat yang baik bagi kemajuan dan impian yang ingin ia kejar. Misalnya tanpa disadari : Ada orang yang kritis, senang melihat kelemahan system atau orang lain. Bagaimana kita mengenali sindrom ini? Perhatian saja nanti siang, kalau jam istirahat, Anda simak apa perbincangan dalam kelompok informal makan siang itu? Memuji system? Semangat membicarakan prestasi teman dan sejawat, salut pada atasan yang hebat, atau sebaliknya…….: penuh semangat membicarakan kelemahan atasan, kelemahan pemerintah, kelemahan lalu lintas, apa saja.
Banyak yang bilang “ saya mau jadi pengusaha, punya bisnis sendiri,nanti kalau sudah ada keberanian atau kalau sudah punya modal”. Nah yang ini namanya conditional commitment, sebuah lingkaran “jika- kalau”. Sering pula saya bertemu dengan kaum profesional (gajian), yang berkata “ kalau nanti sudah punya usaha sendiri, baru saya mencurahkan semua pikiran dan tenaga. Kalau sekarang untuk apa, .....inikan perseroan orang lain”? 





