Azas bisnis mengajarkan kepada kita, ketika kita bisa mengidentifikasi kebutuhan seseorang (pasar) dan memenuhinya, maka ia pasti akan mengucapkan terima kasih dengan pembayaran. Tidak ada service terhadap kebutuhan pihak lain, berarti tidak ada bisnis. Itu sama saja dengan tidak ada dana masuk. Tanpa kesanggupan mengidentifikasi kebutuhan pihak lain, tapi mengharapkan kas masuk, itu namanya grant, hibah, atau hutang.
Namun dengan perkembangan Digital market, Konsep teknis bisnis tampaknya sudah berubah. Tidak lagi semata mata mereka yang kita layani langsung kebutuhannya yang akan membuka dompet secara langsung. Dalam fase era digital ini, amat sering yang akan membuka dompet adalah pihak ke tiga. Yang jelas siapapun yang akhirnya membayar jasa pelayanan tersebut, penyedia jasa itu pasti dibayar. Jadi azasnya tetapi berlaku. Cara nya saja yang bermacam-macam sesuai tuntutan zaman dan kemajuan teknologi. Kalau kita teliti lebih lanjut, Tidak ada services apapun itu , bahkan untuk yang khusus humanity yang tidak mendapatkan reward, meskipun yang sering kita temui, mereka tidak dilandasi motive untuk menerima, selain memberi. Ehhh. Justru dalam kategori itu reward menjadi double dan berlimpah.





