joomla templates

Register

*
*
*
*
*

* Field is required

Login Close
---

---
Home
A+ R A-
29 Aug

Tahukah Anda bahwa masalah dan tekanan punya EXPIRE DATE ?

Rate this item
(1 Vote)

Tekanan atau masalah selalu punya expire date. Ia punya waktu kadaluarsa, dalam pengertian ia  tidak akan pernah tetap. Ketika “otot, urat dan jiwa” organisasi bertumbuh jauh melebihi takaran yang dikandung oleh masalah, maka tekanan masalah itu akan lepas dengan sendirinya. Ia akan terlibat menjadi kecil, atau tidak terasa lagi bahwa ia adalah sebuah masalah, meskipun dahulu ia merupakan sebuah bisul ang sangat intimidatif.

Dan kita tahu bahwa intimidatif sering mendahului kekalahan, kecuali organisasi dan orang orang didalam nya tumbuh melebihi daya intimdasi tersebut.  Hal ini sama dengan kita pergi ke gedung tinggi dan melihat masalah dari atap gedung, semuanya akan terlihat kecil.  Dan ketika itu terjadi, sebuah masalah kehilangan kekuatan mencengkramnya. Ia masuk kategori kadaluarsa. Dan organisasi tersebut naik peringat,  satu tingkat lebih tinggi.

Jadi sebuah tekanan  masalah dapat dianggap sebagai promotor bagi kenaikan pangkat organisasi. Ia bak angin yang menerbangkan layang-layang.   Menjadi rancu mengharapkan sebuah layangan akan terbang lebih tinggi tanpa hadirnya angin.   Meskipun begitu, dalam kehidupan sehari hari, banyak orang berharap dan berdoa, agar tidak ada angin masalah.  Sebagian kecil orang dan organisasi menggunakan medium tadi dan lulus expire date tersebut dengan promosi, sebagian besar dengan demosi.   Bagaimana caranya agar kita  bisa tahu kapan suatu kadaluarsa masalah menghasilkan demosi dan bagaimana mencegahnya.

Kadaluarsa terhadap intimidasi tekanan dan pergumulan atas sebuah masalah yang menghasilkan demosi terjadi, kalau kekuatan masalahnya tetap, tetapi daya tahan orang atau organisasinya makin lama makin mengkerut,  tergerus dan larut dalam situasi, tidak kuat lagi. Ia  tidak mendapat pelajaran dari tekanan tersebut, akhir ia tenggelam dan mati.  Dan ketika organisasi downgrade atau mati, semua masalah dan tekanan kehilangan daya cengkramnya pula.   Jadi sebuah "universitas padang gurun masalah"  bak pisau bermata dua, menjadi promotor atau demotor.

Dan untuk membuat orang bisa memanfaatkan sebuah problem (apapun itu, bisnis, karir, usaha, personal dan lain lain) menjadi sahabat promotor, diperlukan upaya meningkatkan kompetensi terus- menerus.

Ketika kita menyebut istilah mental tempe, itu sebenarnya hendak mengatakan " tidak tahan dalam sebuah prosess".Kita memang suka makan tempe dan ia menyehatkan.   tapi bukan bangsa tempe. tempe menunjukkan perilaku basi dan membusuk ( downgrade) ketika berhadapan dengan tekanan waktu.

Ganbate Kudasai:)

Last modified on Monday, 29 August 2011 22:40

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated.
Basic HTML code is allowed.

















Latest articles

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

YouCMSAndBlog Module Generator Wizard Plugin

Copyright 2011-2013 Hendrik Lim MBA, All Rights Reserved