Proses perubahan seekor ulat menjadi kepompong dan akhirnya menjadi kupu-kupu yang indah terjadi secara alami, tanpa harus menulis atau pun membaca. Karena kita bukanlah ulat, maka kita manusia memerlukan buku, yang secara sadar ditulis untuk mengubah diri menjadi indah. Keindahan dengan cara yang mudah, murah dan berkaedah. - Arswendo Atmowiloto- dalam catatan buku : Between Commitment and Changes, oleh Hendrik Lim, MBA, Metanoia Publishing.
Kontruksi Mind Set dan Destiny masa depan.
Untuk memiliki masa depan yang lebih baik, bagi dari segi karir, finance, bisnis usaha ataupun kehidupan personal lainnya, seperti relationship, tidaklah sesulit yang dibayangkan orang. yang sering menjadi masalah adalah cara berpikir kita sendiri yang menghambat dan mengkungkung diri dan kemajuaan kita.
Pola pemikiran yang telah tertanam itu bisa menjadi pemacu atau penghambat pengembangan diri kita sendiri. Inilah issue utamanya: mindset ini hanya bisa menjadi penghambat atau pemacu, tidak bisa kedua duanya hadir bersamaan. Sebagai analogi, saat kita menghidupkan komputer ada dua sistem yang berebut bekerja: operating sistemnya yang bekerja atau Virus yang beroperasi. Dan hanya salah satu yang menjadi pemenang.
By default, pemikiran kita bersifat menghambat kemajuan, misalnya, ragu -ragu, rasa takut, was-was, hanya memikirkan diri sendiri. Sedangkan kemajuan itu harus by design, misalnya berani melangkah kedepan dalam keadaan tidak pasti, Memikirkan solusi bagi orang lain, dan lain lain.
Oleh karena itu dalam usaha untuk memajukan Karir Usaha dan Bisnis yang mendasari saya menulis blog ini, kita akan membahas secara rinci bagaimana keluar dari jerat pemikiran atau blue prints masa lampau, laiknya membersihkan file yang corrupted, dan memasang pola pikir yang baru, yang akan membebaskan kita menciptakan hal hal besar. Dengan kata lain mengalami Metamorfosa
Orang yang hendak merubah status dan destinynya dimasa depan, namun tidak tahu bagaimana cara mengganti mindsetnya, bisa diibaratkan dengan tetap naik mobil yang rusak dan mogok-mogok tapi berharap cepat sampai. Terlihat konyol, tapi itulah yang sebagian besar kita alami tanpa kita sadari.
Bicara mind set bisa di ibaratkan satu rangkai sirkuit elektrik yang sudah terakit, dan begitu kita mengalirkan stimuli, sistem tersebut akan bereaksi dan menghasilkan suatu standard output. Bagaimana kita tahu kalau selama ini Mind set kita tersebut adalah sebuah asset bukan sebuah beban terhadap cita- cita masa depan kita?
Komponen mindset terdiri dari kumpulan perspektif cara pandang kita yang sudah terbentuk selama ini, plus keyakinan dan kepercayaan (belief), serta Nilai atau Prinsip (bila ada). Semua nya menyatu dan menjadikannya sebuah pola baku. Seperti sebuah keteraturan atau Hukum, yang punya implikasi bak hukum gravitasi bumi.
Sebagian besar dari komponen tersebut, kita dapatkan karena pengaruh lingkungan, misalnya dari pertemanan, pendidikan, cara berpikir orang tua yang diturunkan, maupun dari nilai dan keyakinan yang terbentuk seiring dengan perjalan hidup kita masing- masing. Sebagian lagi dari self–talk, pembicaraan dalam diri terhadap dirinya sendiri atau dari sumber bacaan dan tayangan.
Ada mindset yang efektif dan kompatibel, artinya ia menghantar kita kemana kita mau pergi. Ia seperti teman pendorong atau pedal gas di sebuah mobil yang membawa Anda maju kedepan menuju suatu tempat yang lebih baik. Dalam hal ini ia menjadi asset, seperti seorang rekan yang bekerja untuk tujuan eksistensi kita
Ada juga mindset yang kontraproduktif. Ia menjadi beban, yang membuat kita terkungkung dan tidak maju –maju. Seperti orang yang hendak berjalan tetapi mendapat beban gandul bola besi, sehingga jalannya terseret-seret. Itu berarti kontruksi mindsetnya saat ini adalah sebuah beban, sebuah liabilitas. Ia bak pedal rem yang membuat roda ban kehidupan Anda menjadi gosong dan kekelahan.
Renew Your Mind
Untuk memiliki kesanggupan melihat masa depan, tanpa tertawan dan terbelenggu oleh timbunan memori masa lampau, kita perlu penyingkapan, pewahyuan dan inspirasi yang bukan milik storage memori masa lampau, tetapi sebuah pencurahan seperti mata air baru yang tidak pernah berhenti. Subconscious mind itu bak sumur, terbatas, hadir karena akumulasi masa lampau. tetapi pencerahan dan penyingkapan oleh Kebenaran, itu seperti mata air yang tidak pernah berhenti, selalu baru setiap hari.
Sekarang bagaimana kita bisa melakukan verifikasi apakah mindset yang kita punya itu adalah asset atau liability. Kita periksa saja yang namanya: Hasil. Output yang kita ciptakan. Ia akan merupakan fakta yang objektif. Misalnya, sebagai contoh, dalam bidang keuangan. Jika saya membuka dompet atau rekening bank, dan saya tidak senang dengan jumlah yang ada disana. Itu berarti mindset saya dibidang keuangan tidak membawa saya ketempat yang saya mau. Itu berarti ia tidak bekerja untuk saya. Bahkan bila keuangan menjadi sebuah kegetiran dalam hidup saya, maka pola pikir saya tadi tampaknya bekerja melawan saya. Ia menjadi suatu beban beban alih –alih sebuah asset.
Kalau seseorang tidak suka dengan output keadaan finance nya saat ini, tentu saja ia bisa merubah mindsetnya, mengganti cara berpikirnya, value dan belief yang ada dalam dirinya. Mustahil rasanya mengharapkan suatu hasil keuangan berubah, jika sirkuit reaksinya masih tetap sama. Mengapa saya katakan demikian?
Sebelum pola pikir lama itu diperbaharui, teknik baru apapun yang kita pelajari tidak banyak berdampak. Sebagai analogi kalau komputer kita terkena virus, dan tidak di bersihkan, program baru tambahan apapun yang kita installed, tidak akan banyak gunanya, ia akan di sabotase oleh program virus yang telah ada di dalam operating memory. Misalnya kalau orang belum bisa mengatasi Keraguan yang ada dalam dirinya, ia tidak akan banyak bisa berkembang. Ia harus tahu sumber keraguan dan apa akibat yang ditimbulkan oleh perilaku tersebut.
Keraguan dan kebimbangan timbul, karena orang menggunakan kaca spion pengalaman masa lalu untuk melihat masa depan. Masalalu dan pengalamannya, tertanam di alam bawah sadar, ia milik masa lalu. Kesempatan masa depan tidak bisa dilihat dari kacamata masa silam, ia sebuah referensi yang amat terbatas, sebatas pengalaman kita sendiri.
Status kita hari ini, tidak lah ditentukan apa yang kita pikirkan dan yakini hari ini. Tidak juga tergantung persektif dan Value yang kita pakai hari ini. Tetapi merupakan efek residual dari pemikiran semester lalu atau bulan lalu, atau tahun lalu. Sekarang kita memanen hasilnya. Sedangkan status kita masa yang akan datang, hasilnya akan terlihat dari sirkuit mind set kita saat ini. Jadi meskipun status pencapaian (destiny) kita ditentukan oleh mindset kita, namun kita bukanlah apa yang kita pikirkan. Kita bukanlah apa yang kita lihat atau mind set kita. Kita bisa menggantinya. Kita bisa membuangnya dan menggantikannya dengan yang baru. Dengan sesuatu yang bisa membawa kita ke tempat (destiny) yang kita mau. Itulah kehebatan manusia. Ia punya kuasa untuk memmilih. Kitapun bisa menggugat diri sendiri: Untuk apa terus ‘berlangganan’ dengan sebuah pola pikir yang tidak menjadi rekan alias asset. Kita bisa unsubscribe terhadap mindset yang lama dan mengadopsi cara berpikir baru, persepsi baru, nilai dan belief yang baru, yang kompatibel.
Begitu pula dalam bidang lainnya, apakah itu bidang relationship, bentuk dan kualitas hubungan kita secara personal dengan orang lain. Atau bidang karir, bidang usaha dan kehidupan personal lainnya. Bila verifikasi tersebut tidak menghasilkan output seperti yang Anda kehendaki, sudah saatnya untuk unsubscribe pada cara berpikir lama, dan hijrah ke mind set baru.
Dalam posting tulisan berikutnya bidang mindset, saya akan menuliskan tips dan tantangan bagaimana caranya agar orang bisa subscibe ke mind set yang baru, dan semoga saja bisa kemudian pindah nasib, pindah destiny menuju ke level yang jauh lebih baik. Itulah Mind set Renewal




















