LAGI DIBUAT>How Can Your Company Continue to Thrive?
Banyak perusahaan hari ini terlihat sehat, mapan, dan dikelola secara profesional. Namun, pasar tidak pernah berjanji akan terus berjalan dengan cara yang sama. Kebutuhan pelanggan berubah, pesaing menemukan cara baru untuk menciptakan nilai, dan teknologi mengubah cara bisnis dijalankan. Pertanyaannya, apakah perusahaan Anda siap membaca perubahan itu, mengambil langkah yang tepat, dan terus bertumbuh? Atau selama ini keberhasilan masa lalu membuat kita merasa semuanya masih baik-baik saja?
Pesan pembuka ini sengaja mengandung sedikit tantangan. Kita tidak langsung mengatakan perusahaan sedang bermasalah. Kita mengajak pengunjung mempertanyakan apakah keberhasilan hari ini benar-benar menjamin kesiapan menghadapi hari esok.
A Strong Company Can Still Fall Behind.
Mengapa perusahaan yang terlihat sehat dan gagah bisa mulai sempoyongan? Pangsa pasar merosot, pertumbuhan melambat, dan pesaing bergerak lebih cepat. Masalahnya tidak selalu terletak pada kurangnya kerja keras. Bisa jadi, perusahaan terlambat membaca perubahan kebutuhan pelanggan, tidak melihat ancaman dari model bisnis baru, atau baru bereaksi ketika peluang sudah diambil pesaing. Saat itu terjadi, perusahaan bukan hanya kehilangan penjualan. Ia mulai kehilangan momentum.
Professional Management Is Not the Whole Answer.
Memiliki manajer profesional, KPI yang jelas, prosedur yang rapi, dan corporate governance yang baik tentu penting. Namun, semua itu belum cukup jika para manajer tidak mampu membaca perubahan perilaku pelanggan, mengenali peluang pasar yang baru, dan mendorong perusahaan mengambil langkah sebelum pesaing bergerak lebih jauh. Perusahaan bisa sangat disiplin menjalankan model bisnis yang ada, tetapi kehilangan momentum ketika model tersebut tidak lagi menjawab kebutuhan pasar. Pada titik itu, profesionalisme saja tidak cukup untuk menjaga relevansi bisnis.
ingat jangan salah paham,Pesannya bukan bahwa sistem manajemen itu salah, melainkan bahwa mengelola bisnis yang ada dan mempersiapkan bisnis menghadapi perubahan adalah dua kemampuan yang berbeda.
Can Your Organization Thrive Without You?
Knowing What to Do Is Not Enough.
Tiga pilar ini harus hadir serentak jika perusahaan ingin melihat impact dan values creation secara nyata:
ini mencakup sisi Person, Sisi Teknik dan Sisi Kapasitas, yaitu :
Deterninasi dan Ownership, saya sebut MAU
Kapasitas, alis kemampuan alias Otot- saya sebut MAMPU
dan kecakapan Teknik, penguasaan Strategi saya sebut TAHU.
ketiga nya adalah satu kesatuan dan harus hadir bersama untuk menghasilkan output nyata
Kita sering berharap strategi yang baik, orang-orang profesional, dan motivasi yang tinggi akan menghasilkan kinerja. Namun, ada tiga hal yang perlu hadir bersamaan. Orang perlu memahami apa yang penting dan apa yang harus dilakukan; mereka harus mempunyai kemampuan, keterampilan, serta sumber daya untuk mewujudkannya; dan mereka perlu memiliki kemauan untuk mengambil inisiatif serta menuntaskan tanggung jawab. Jika salah satunya tidak ada, strategi yang baik sekalipun bisa berhenti sebagai rencana di atas kertas.
We help teams build a business of their dreams with our services.
Identify Goals
We work closely with you to understand and identify your business goals that can be converted into an actionable plan.
Bring Ideas to Life
The ideas and plans that we’ve jotted will then be brought to life. We help and guide you to take the first step and set things up.
Business Expansion
Setting up a business is not enough. We help you think ahead and encourage you to expand your business with a full-proof plan.
Build an Organization That Thrives Beyond Its Leaders.
Perusahaan yang ingin terus berkembang tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan pendiri atau beberapa pemimpin utamanya. Dengan kata lain, tidak bisa menggantungkan existensinya hanya pada faktor Fgure atau individual. Kemampuan memahami bisnis harus tersebar di antara para manajer; kemampuan menerjemahkan strategi menjadi tindakan harus menjadi bagian dari cara kerja organisasi; itu arti nya kemampuan nya embedded kedalam sistem,atau ter-institutionalisasi.
Begitu juga dengan Ownership perlu tumbuh hingga orang-orang tidak selalu menunggu instruksi untuk bergerak. Dengan membangun kapasitas seperti ini, perusahaan mempunyai fondasi yang lebih kuat untuk membaca perubahan, menangkap peluang, dan terus menciptakan nilai, bahkan ketika kepemimpinan berganti.
Untuk terus sustained dan thrive, perusahan bukan hanya perlu sekadar manajemen yang lebih baik hari ini, tetapi organisasi yang mampu terus belajar, mengambil keputusan, mengeksekusi, dan bertumbuh dalam jangka panjang. Kemampuan dan teknik hidup dalam organisasi perusahaan, bukan hidup terisolasi dalam ranah individual
Trusted by Leaders